Pendekatan Iklim Sosio-Emosional Dalam Pengelolaan Kelas

Pendekatan iklim Sosio emosional merupakan salah satu pendekatan yang diterapkan oleh guru dalam pengelolaan kelas. Pendekatan ini berakar pada psikologi penyuluhan (konseling) dan klinis sehingga lebih menekankan pada hubungan interpersonal. Para pakar banyak mengemukakan pendapat tentang pendekatan sosio-emosional dalam pengelolaan kelas diantaranya Carl A.Rogers, Haim C.Ginnot, Wiliam Glasser dan Rudolf Dreikurs. Semua pakar tersebut memiliki pendapat yang berbeda – beda tentang pendekatan iklim sosio emosional dalam pengelolaan kelas. Pokok pikiran Carl Rogers mengatakan bahwa faktor yang amat berpengaruh terhadap peristiwa belajar adalah mutu sikap yang ada dalam hubungan interpersonal antara guru dan siswa. Menurut Haim C. Ginnot mengemukakan bahwa dalam memecahkan masalah, guru berusaha untuk membicarakan situasi, bukan pribadi pelaku pelanggaran dan mendeskripsikan apa yang ia lihat dan rasakan, serta mendeskripsikan apa yang perlu dilakukan sebagai alternative penyelesaian.Sementara itu, Rudolf Draikurs mengemukakan pentingnya Democratic lassroom Process, dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat memikul tanggungjawab, memperlakukan peserta didik sebagai manusia yang dapat secara bijak mengambil keputusan dengan segala konsekuensinya, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menghayati tata aturan masyarakat. Namun pendekatan iklim sosio emosional ini juga memiliki beberapa kelebihan dan juga kelemahan jika di terapakan dalam pengelolaan kelas. Disini guru harus   pintar – pintar dalam mengontrol siswa.

Pendekatan iklim sosio emosional merupakan salah satu jenis pendekatan yang bisa di lakukan oleh seorang guru dalam mengelola kelas selain jenis-jenis pendekatan yang ada. Menurut saya pendekatan iklim sosio emosional memang cukup baik jika diterapkan di dalam pengelolaan kelas. Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa proses belajar mengajar yang baik didasari oleh adanya hubungan interpersonal yang baik antara peserta didik – guru dan atau peserta didik – peserta didik dan guru menduduki posisi penting bagi terbentuknya iklim, sosio-emosional yang baik. Pembinaan hubungan baik (report) antara guru dan siswa dalam masalah manajemen kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, realistik dalam kegiatan belajar mengajar yang sedang dilakukan serta terbuka terhadap hal-hal yangakan ada pada dirinya. Dalam hal ini guru Pengajar yang akan menerapkan pendekatan hubungan interpersonal (antar pribadi) perlu menyadari kenyataan bahwa cinta dan rasa harga diri merupakan dua kebutuhan dasar yang ingin dimiliki oleh pembelajar jika pembelajar itu ingin mengembangkan perasaan harga diri sukses. Suatu pengalaman sukses perlu muncul pada diri pembelajar dan pembelajar perlu belajar meraih sukses melalui pengalaman sendiri.Tugas belajar dalam pengelolaan kelas adalah membuka kemungkinan sebesar-besarnya bagi pembelajar bertindak dan menghayati sendiri. Bagi pembelajar merupakan kesempatan untuk memandang .dirinya sebagai individu yang berharga. Oleh karena itu setiap pembelajar perlu dilayani dengan penuh penghargaan sehingga pengajar mengupayakan sejauh mungkin kemungkinan yang menimbulkan kegagalan yang efeknya bisa membunuh motivasi, kecemasan, tanpa harapan, dan menyingkirkan perangsang timbulnya tingkah laku menyimpang. Kelas yang diliputi oleh hubungan inter-personal yang baik merupakan kondisi yang beriklim sosio-emosional yang baik. Kelas yang berkondisi dan bersituasi demikian menjadikan pembelajar merasa mau dan tentram tanpa suatu ancaman atau dikejar-kejar oleh kekuasaan dan penekanan tertentu. Penekanan sistem sosio-emosional berakar dari pandangan yang mengutamakan hubungan saling menerima, sikap empati sebagai sesama manusia. Melalui pendekatan ini pembelajar benar-benar percaya bahwa pengajar penuh dedikasi dalam membina belajarnya. Apabila pembelajar berpnerilaku menyimpang maka pengajar dapat memisahkan kesalahan dari orang yang berbuat salah, dan menolak perbuatan yang menyimpang.Dengan pendekatan sosio-emosional ini pembelajar dipandang sebagai “keseluruhan pribadi yang sedang berkembang”, bukan semata-mata sebagai seorang yang mempelajari pelajaran tertentu saja. Adapun kelebihan dari pendekatan ini yaitu Siswa merasa nyaman di kelas kerena terjalin hubungan yang baik dengan guru, Penyelesaian suatu masalah dipecahkan bersama melalui pertemuan kelas, Pelajaran diyakini akan lebih mudah diterima karena siswa merasa nyaman, tentram dan aman dengan situasi yang ada, Terbinanya sikap demokratis, Selalu ada penghargaan , jadi setiap kegagalan tidak akan memebunuh motivasi siswa,Siswa belajar untuk saling menghargai teman ataupun guru.sedangkan kekurangan dari pendekatan ini yaitu apabila hubungan siswa terlalu dekat dengan guru atau guru terlalu baik akan menimbulkan sikap siswa yang terlalu bebas, Sulit untuk memahami karakter emosi setiap siswa di kelas, maka diperlukan ketrampilan guru yang lebih untuk membuat iklim sosio emosional yang kondusif. Jadi dapat di katakan  kalau pendekatan iklim sosio emosional ini cukup baik untuk diterapkan dalam pengelolaan kelas.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s